Kelahiran dari Kebaruan

"Sama halnya dengan bayi-bayi yang membutuhkan orang tua mereka untuk menuntun tumbuh kembangnya, para penulis membutuhkan pembaca untuk mendukung perkembangan karya mereka melalui saran maupun kritikan yang ditawarkan” 
The Philosophical Tree : Sebuah pohon penuh cabang yang filosofis yang terdapat di kampus ITS, hal yang menakjubkan untuk diamati (captured by Fadhil Syahrial)
Akhirnya saya terlahir kembali, dan kali ini saya terlahir di sebuah dunia yang serba terbuka dan inspiratif. Sebagian dari anda pasti bertanya-tanya, apa maksudnya? Ini adalah tulisan pertama saya di blog yang baru saya buat ini. Ketika saya memutuskan untuk menulis dan akhirnya bergabung dalam dunia blogging, perasaan yang muncul tentunya bermacam-macam. Seperti halnya bayi yang baru terlahir di dunia, apabila mereka dapat mengutarakan perasaan yang mereka rasakan, mungkin mereka akan berkata: “Saya bahagia karena akan melihat dunia yang luas dan tanpa batas, namun saya juga takut dalam proses pertumbuhan dan perkembangan yang akan saya alami”. Jika bayi-bayi itu membutuhkan kasih orang tuanya untuk menuntun mereka dalam tumbuh kembangnya, maka saya di sini membutuhkan kalian semua (pembaca) dalam mendukung perkembangan tulisan-tulisan saya yang akan muncul di blog ini secara berkala.

Saya anak terakhir dari tiga bersaudara. Lahir dan dibesarkan di sebuah keluarga yang memiliki kepercayaan bahwa semua yang akan dihadapi dalam hidup ini adalah rentetan naskah yang sudah tertulis jauh sebelum kami semua dilahirkan, tidak membuat kami berdiam dan menerima segala sesuatu begitu saja. Seiring berjalannya waktu dan seiring bertambahnya ilmu yang kami peroleh dalam hidup, semakin kami percaya bahwa naskah kehidupan yang telah tertulis itu tidak hanya satu. Ada banyak sekali pilihan naskah dan manuskrip yang dapat kita jalankan dimana pilihan itu tergantung pada kekuatan yang kita asah.

Beberapa bulan yang lalu saya diwisuda di kampus perjuangan (saya) yakni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Saya lulusan S1 Teknik Kelautan dan sangat bersyukur dapat menyelesaikannya dalam delapan semester. Sejak saya lahir di Surabaya hingga menginjak umur 22 tahun di bulan Juli 2016 kemarin, keluarga tidak pernah berpindah rumah. Memiliki seorang Ibu yang pernah bekerja berpuluh-puluh tahun di Angkatan Laut pun ternyata tidak membuat keluarga kami bernomaden atau berpindah-pindah. 

“Apabila kita menginginkan perubahan hidup yang lebih baik maka usahakan dengan kemampuan maksimal yang kita miliki, berdoa sehingga usaha kita mendapatkan rahmat Tuhan, yakinkan diri bahwa kita bisa, yakinkan orang sekitar bahwa kita mampu sehingga kita mendapatkan dukungan dari mereka, dan lakukan perjalanan untuk melihat segala peluang.”

Kesempatan hidup yang memaksa saya untuk menetap di satu tempat selama 20 tahun tidak membuat saya terpuruk dalam kehidupan yang mengekang dan membosankan. Kepercayaan bahwa saya akan selalu dikelilingi oleh orang-orang yang mendukung dan beroirentasi pada kesuksesan masa depan ternyata bagaikan sebuah hidrazin yang diisikan kedalam tangki bahan bakar roket agar siap mendorongnya hingga menembus ruang angkasa. Selama 20 tahun pertama dalam hidup saya yang tidak berpindah-pindah, tentunya saya melakukan hal-hal yang juga dilakukan oleh sebagian manusia lainnya, yaitu mempelajari banyak hal, merencanakan, bergerak dan mengumpulkan kegagalan. Semakin banyak kegagalan yang kita kumpulkan, dengan pembelajaran yang kita ilhami disetiap kegagalan maka semakin dekat kita dengan kesuksesan.  Hingga akhirnya saya merayakan ulang tahun saya yang ke 20 di Taichung City, Taiwan pada 30 Juli 2014 lalu (akhirnya tempat hidup saya berpindah meski hanya satu bulan). Tujuan saya ke sana adalah untuk mengikuti program sekolah musim panas yang diadakan oleh Feng Chia University di Taiwan. 
Taiwan Memory : beberapa hari sebelum saya (berpakaian batik merah) kembali ke Indonesia
Semenjak itu kehidupan pun sedikit banyak mengalami perubahan, karena saya akhirnya menyadari bahwa dunia bukan saja kota tempat saya tinggal. Meskipun kota tempat saya tinggal diakui sebagai kota metropolitan terbesar nomor dua di negara ini, namun dunia jauh begitu luas apabila kita melakukan sebuah perjalanan. Bagi anda yang telah melakukan perjalanan jauh di dalam maupun luar negeri, anda sudah pasti tau maknanya. Sedangkan bagi anda yang gemar membaca buku, anda telah melakukan perjalanan jauh tanpa batas. Sejak pengalaman sekolah musim panas itu saya lalui, beberapa kali saya melakukan perjalanan jauh untuk kesekian kalinya sebelum akhir nya saya menyelesaikan studi di kampus ITS.

Tujuan saya memulai blogging adalah untuk saling membagi dan menuangkan aspirasi saya yang mungkin dapat dijadikan sebuah bacaan yang ringan namun bermanfaat. Saya sangat menggemari olah raga berlari, pengembangan diri, dunia kesehatan, isu masa kini, dan buku. Dalam menggemari sesuatu pastinya kita akan mendalami dan mempelajari apa saja yang perlu diperhatikan dalam mengembangkan kemampuan demi dunia yang kita sukai. Tentunya apabila kegemaran yang positif dapat meningkatkan dan mendukung kinerja kita di masa yang akan datang maka tanpa disadari kita akan distimulus oleh berbagai hal yang positif juga. Mengutip dari kata-kata bijak Presiden Amerika Serikat ke 35, “Perubahan adalah hukum kehidupan. Bagi mereka yang hanya berorientasi pada masa lalu atau sekarang, yakinlah mereka akan kehilangan masa depan”. -John F. Kennedy. Dari kata-kata bijak tersebut saya mempelajari bahwa dalam mengerjakan apapun, kita dituntut untuk mengacu pada kebaikan masa depan diri dan lingkungan sekitar. Dengan menulis dan membagi pemikiran yang positif saya yakin bahwa sedikit banyak akan memberikan energi yang cukup untuk ditransfer keseluruh tubuh dan diolah menjadi tindakan-tindakan yang positif pula dikemudian hari. 

Harapan saya dengan lahirnya blog ini maka terlahir pula pemikiran dan tindakan yang lebih baik. Segala masukan dan kritik untuk tulisan saya akan saya apresiasi. Saya mebutuhkan itu dari kalian! Terima kasih bagi yang telah membaca. Selamat menjalani dunia yang positif.

Salam


8 comments :

  1. Gak sabar menunggu tulisan tulisan dari pemikiran pemikiran positif berikutnya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih udah baca dan respon positive nya. Seneng bgt

      Delete
  2. Waaaa kontemplasi asa akhirnya punya kawan 😂
    Gak sabar nunggu next post nih 😁

    ReplyDelete
  3. Aw aw .. waiting for the next posts.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thanks ! Your comment is pushing me to go back to my laptop.

      Delete
  4. Sipp.. semangat terbarukan.. di tunggu next post nya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih.. mampir baca postingan terbaru saya ya..

      Delete

First Launched Article

Kelahiran dari Kebaruan

"Sama halnya dengan bayi-bayi yang membutuhkan orang tua mereka untuk menuntun tumbuh kembangnya, para penulis membutuhkan pembaca u...

Designed by OddThemes | Distributed by Blogger Themes